BOLA

Fakta Menarik Laga Pamungkas Group A Piala Eropa 2016

Indonesiarayakini.com, Jakarta – Laga ketiga penyisihan Grup A rampung digelar pada Senin 20 Juni dini hari WIB. Beberapa torehan positif dan negatif harus didapat keempat tim dalam laga pamungkas tersebut.

Swiss menjadi salah satu tim yang merasakan sukacita saat melakoni laga terakhir ini. Meski hanya bermain imbang melawan Prancis dengan skor 0-0, hasil tersebut sudah cukup meloloskan La Nati ke babak 16-besar.

Dengan mengoleksi lima poin di Grup A, posisi Swiss sudah tidak mungkin dikejar oleh tim-tim di bawah mereka yakni Albania atau Rumania. 

Sementara itu, hasil imbang melawan Swiss juga sudah memberikan kegembiraan bagi Prancis. Sebab, dengan hanya mendapat tambahan satu poin, mereka berhasil menjadi juara grup dengan mengoleksi tujuh poin.

Atmosfer kebahagiaan juga dirasakan Albania. Mereka berhasil mengalahkan Rumania dengan skor 1-0 pada laga pamungkas ini. 

Berkat kemenangan tersebut, Albania membuka peluang lolos ke babak 16-besar karena berhasil menempati peringkat ketiga. Tiket lolos akan didapat mereka jika berhasil menjadi peringkat ketiga terbaik di antara tim-tim di Grup C dan Grup D.

Hasil pertandingan pada laga pamungkas Grup A ini telah memunculkan sejumlah fakta menarik. Berikut fakta-fakta menarik yang sudah dirangkum Halloapakabar.com :

1. Kemenangan atas Rumania merupakan pencapaian pertama kali bagi Albania sejak Mei 1948. Sebelumnya, Albania selalu kalah 13 kali secara beruntun dari Rumania.

2. Sebanyak 13 dari 26 pertandingan yang sudah dilakoni di seluruh pertandingan di Piala Eropa 2016 berakhir dengan skor 0-0 pada babak pertama. Termasuk tiga pertandingan yang sudah dilakoni Prancis pada fase Grup A.

3. Armando Sadiku sukses mencetak gol kemenangan untuk Albania atas Rumania. Gol tersebut merupakan torehan pertama Sadiku untuk Albania di sepanjang karier dalam level turnamen.

4. Terdapat empat jersey pemain Swiss yang sobek dalam laga kontra Prancis. Jumlah tersebut lebih banyak ketimbang gol yang dicetak mereka di Piala Eropa.

5. Granit Xhaka menjadi pemain yang terbanyak melakukan operan sepanjang fase Grup A. (102 operan saat melawan Albania, 94 operan saat melawan Rumania, dan 84 operan saat melawan Prancis. (owi/hlb)