ARENA

Memori Bentrok Rossi-Marquez, MotoGP Berlanjut ke Assen

Indonesiarayakini.com, Barcelona – Valentino Rossi memang telah bersalaman dengan Marc Marquez di Barcelona dengan janji mengakhiri sengketa pribadi, namun siapa bisa menjamin janji itu ditepati ketika akhir pekan ini mereka berdua kembali bertarung di Assen?

Seperti dikutip Halloapakabar.com, sirkuit legendaris di Belanda itu menjadi saksi ketika dua pembalap beda generasi tersebut berduel di putaran terakhir musim lalu, begitu sengitnya sampai bersenggolan, Rossi masuk gravel namun akhirnya menang. Marquez percaya kemenangan Rossi tidak sah karena “mengambil jalan pintas” dari jalur gravel.

Bahkan pembalap Yamaha Jorge Lorenzo – dalam film dokumenter Dorna Sports berjudul “Jorge Lorenzo Guerrero” yang dirilis Februari 2016 — mengatakan keyakinannya kalau Rossi sudah merencanakan dan mengantisipasi hal tersebut.

Keyakinan Lorenzo karena ketika melewatigravel Rossi langsung mengangkat ban depan dan bisa mulus melaju tanpa terjatuh atau terseok, seolah dia memang sudah memperkirakan akan terjadi insiden semacam itu.

Versi Rossi tentu sebaliknya, dan Race Direction ketika itu juga mengatakan Rossi tidak mengambil keuntungan dari hal tersebut karena ketika insiden terjadi posisi Rossi masih di depan Marquez. Kemenangannya dinyatakan sah.

Assen adalah legenda, satu-satunya sirkuit yang tak pernah absen menggelar grand prix sejak kejuaraan dunia dimulai pada 1949!

Balapan akhir pekan ini akan menciptakan sejarah baru karena untuk pertama kalinya di sana, balapan akan digelar hari Minggu. Sebelum ini, balapan Assen selalu digelar hari Sabtu yang menjadi keunikan lain sirkuit tersebut.

Setelah kemenangannya di Barcelona, Rossi menuju Assen dengan kesadaran peluangnya menjadi juara dunia musim ini kembali hidup. Assen kebetulan menjadi sirkuit spesial The Doctor, yang pernah menang tujuh kali di sana di kelas premier, dan juga menandai kemenangan ke-100 sepanjang karirnya pada 2009.

Pada musim 2013, Rossi mengakhiri paceklik kemenangan selama 44 grand prix juga di Assen.

Marquez menuju Assen dengan menguasai puncak klasemen, unggul 10 poin atas pembalap Yamaha Jorge Lorenzo dan 22 poin atas Rossi.

Sejak 2012, 22 poin yang memisahkan tiga pembalap itu menjadi yang paling ketat. Terakhir tiga pembalap bersaing ketat setelah tujuh seri adalah antara Casey Stoner, Jorge Lorenzo dan Dani Pedrosa yang terpisahkan 19 poin.

Bagi Lorenzo, Assen adalah campur aduk antara menang dan sial, yang terakhir ini sayangnya lebih sering menimpa dia.

Pada 2011 Lorenzo tabrakan dengan Marco Simoncelli, pada 2012 dia ditabrak dari belakang oleh Alvaro Bautista, dan paling sial pada 2013 dia mengalami patah tulang selangka dalam kecelakaan sesi latihan.

Meskipun dia mampu membalap hari Sabtu setelah operasi dilakukan, namun penampilannya terus merosot sejak itu dan dikalahkan Marquez dalam perebutan juara dunia.

Satu-satunya kemenangan Lorenzo di Assen pada kelas MotoGP diraih musim 2010. Musim lalu dia finis ketiga, namun jauh tertinggal dari Rossi dan Marquez. (owi/hlb)