HUKUM

PARFI Bergejolak Cari Pengganti Gatot Yang Dibui Narkoba

PARFI Bergejolak Cari Pengganti Gatot Yang Dibui Narkoba.

Indonesiarayakini.com, Jakarta – Artis senior Roy Martin mengakui, Badan Narkotika Nasional (BNN) sudah sejak lama mengetahui Ketua Umum Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) Gatot Brajamusti terlibat narkoba. BNN juga sudah lama ingin menangkap Gatot, namun baru sekarang bisa terbukti.

Sementara itu, sejumlah artis senior akan menggelar Kongres PARFI di Jakarta untuk mencopot posisi Gatot sebagai ketua umum. “BNN sudah lama nanya apakah Gatot pengguna narkoba. Tapi saya bilang enggak tahu. Itu BNN nanya sudah lama sekali, karena dengar isu dahulu dia (Gatot) konsumsi narkoba,” ungkap Roy di Jakarta, seperti dikutip Halloapakabar.com, rabu (31/8/2016).

Sebagai mantan pecandu narkoba, Roy Martin mengaku kecewa dengan kejadian yang menimpa Aa Gatot yang baru saja terpilih kembali menjadi Ketua Parfi periode 2016-2021. “Dia kan yang mengkampanyekan soal narkoba, tapi kok ya dia juga yang menjilat ucapannya sendiri,” kata Roy.

Jelas, tertangkapnya Aa Gatot telah mencoreng nama organisasi tertinggi perfilman Indonesia itu. Kendati demikian, ayah Gading Martin ini menilai siapapun bisa saja terjerat narkoba yang sudah merambah ke semua kalangan.

“Mungkin tak hanya Ketua PARFI, narkoba bisa juga menjerat siapapun. Itu sudah terjadi sejak dulu, yang terungkap ya publik figur,” tuturnya.

Sebagai aktor kawakan Roy Martin pernah dua kali tertangkap karena kasus yang sama. “Memang risikonya mereka yang menggunakan narkoba ya tertangkap,” ucapnya.

Hal senada diungkapkan artis senior, Debbie Cynthia Dewi yang merasa prihatin dengan nama baik dan masa depan PARFI. “Kami ingin pemimpin yang baik, yang bagus, dan tidak terlibat narkoba. Mau dibawa kemana? Kita ini sudah terpuruk, tambah terpuruk lagi,” ulasnya.

Debbie yang mewakili sineas senior perfilman menegaskan bahwa mereka ingin PARFI dipimpin oleh pemimpin yang layak dan terbebas dari narkoba.

“Jujur kami sangat prihatin. Sebenarnya mau dibawa kemana PARFI ini? Kami cinta PARFI, kami punya hak. Saya sedih, saya putrinya S. Bono,” tuturnya.

Ia menyatakan sangat kecewa dengan kasus Gatot. Kasus tersebut membuat orang berpandangan negatif terhadap aktor dan aktris di Tanah Air.

“Jelas itu mencemarkan (kasus narkoba Gatot). Kasihan teman-teman kita yang kerja keras. Ini malah urusan narkoba, pusing kan,” ujarnya. (hrs/rgl/rdp/ria)