LIFESTYLE

Ahli Menyebutkan, Bahwa Pria Lebih Banyak Mengidap Jantung Koroner

Ahli Menyebutkan, Bahwa Pria Lebih Banyak Mengidap Jantung Koroner.

Indonesiarayakini.com, Jakarta – Guru Besar spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. Bambang Budi Siswanto mengatakan, bahwa jantung koroner adalah salah satu penyebab kematian tersering. Bahkan berdasarkan data yang ada bahwa kaum pria lebih banyak mengidap dibanding wanita, faktor umur, serta obesitas dan merokok.

Menurut Pria yang juga bekerja sebagai dokter spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di RS. Mitra Keluarga Kelapa Gading ini mengatakan, bahwa dengan rajin berolahraga menjadi faktor pengurang gejala Jantung Koroner. Karena saat ini terdapat 250 group jantung sehat se-Indonesia.

“Namun target senam jantung sehat belum membuahkan hasil karena peserta anak muda dan bapak-bapak belum mau bergabung, ditambah lagi bapak-bapak masih merokok,” ungkapnya di acara workshop dengan tema Cegah Risiko Jantung Koroner yang digelar di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta.

Sebagai pembicara pada kegiatan tersebut, Bambang yang memiliki gelar sebagai Prof. Bambang Budi Siswanto, MD, Ph.D, FIHA, FASCC, FAPSC, FACC dalam diakusinya membawa materi Jantung Koroner: Pencegahan dan Diagnosis.

Pada kesempata itu pula hadir Prof. Dr. Dra. Ratu Ayu Dewi Sartika, Apt, M.Sc dengan materinya Ayo Cegah Penyakit Jantung dengan Gaya Hidup Sehat. Prof. Ratu juga menyampaikan bahwa Indonesia termasuk dalam 17 negara (dari 117 negara) yang mempunyai masalah gizi.

“Ciri-ciri masalah gizi yaitu 37,2% balita pendek, 12,1% balita kurus dan 28,9% terjadi kegemukan pada penduduk berumur di atas 18 tahun,” ungkap wanita yang menjadi guru besar tetap bidang ilmu kesehatan masyarakat Universitas Indonesia.

Prof Ratu juga mengatakan, bahwa pada kondisi penyakit tidak menular terdapat 4 dari 5 penyebab kematian tertinggi, yaitu stroke, cardiovaskuler (CDV), Diabetes Melitus (DM), dan Hipertensi (HT).

Menurutnya, Jantung Koroner karena lebih bersifat penyumbatan pada darah maka darah seyogyanya selalu encer sehingga tidak terjadi penyumbatan darah. “Pola sehat untuk menanggulangi nya yaitu banyak minum, banyak olahraga, serta banyak makan buah,” jelasnya.

Acara yang dihadiri oleh puluhan peserta dari berbagai elemen juga mempersilahkan untuk memeriksa kesehatan secara gratis berupa cek tensi darah, gula darah, Body Mass Index (BMI), keroposan tulang, serta pemeriksaan kulit. Acara yang diadakan oleh RS. Mitra Keluarga ini juga didukung oleh Confident, dan Quaker. (sae/hlb/res)