BEKASI

Gagasan di Dunia Maya Jadi Penyatu Warga Purbalingga Bentuk Papeling

Gagasan di Dunia Maya Jadi Penyatu Warga Purbalingga Bentuk Papeling.

Indonesiarayakini.com, Jakarta – Ide dan gagasan pendirian Paguyuban berawal dari Group Komunitas Facebooker yang ingin Group Papeling diwujudkan di kehidupan yang nyata untuk dapat berkarya nyata dan diharapkan tetap eksis. Akhirnya berdasarkan kesepakatan bersama diadakanlah kopdar Perdana dan telah dilaksana dengan baik dan sukses pada Sabtu, 25 Desember 2010 lalu.

Ketua Umum Papeling, Wahyu Triono mengatakan, bahwa Papeling mempunyai arti Paguyuban Perantau Purbalingga dan organisasi ini sesuai misinya ingin menjadi wadah sosial kemasyarakatan dalam ruang lingkup warga asal Purbalingga yg ada di perantauan guna mendorong terciptanya suasana kebersamaan antar anggota dengan latar belakang status sosial dan karakter yang berbeda, sehingga dapat menumbuhkan rasa kecintaan terhadap daerah asal yaitu Purbalingga.

“Papeling juga diharapkan bisa menjadi wadah yang dapat memberikan pencerahan kepada setiap anggotanya dan masyarakat asal Purbalingga yg ada di perantauan untuk dapat mendukung dan ikut berkontribusi dalam pembangunan untuk kemajuan daerah Purbalingga,” ungkapnya saat Lounching Grup Seni Bumbung Laras Papeling dan Sekar Panji Papeling yang digelar di kediaman, sesepuh Papeling, Purbadi di Komplek Perumahan Raya Houshing Molek, blok F-5, Pondok Gede, Bekasi, Minggu (25/9/2016).

Menurutnya, Papeling akan menjadi wadah yang bisa mempelopori solidaritas dan jiwa sosial yang tinggi sehingga bisa saling berbagi dan gotong royong dan saling menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan antar anggota Papeling dan masyarakat Purbalingga pada umumnya.

“Selain itu, menjadikan wadah Papeling sebagai ajang untuk bertukar informasi umum, agama, budaya, kesenian yang ada di masyarakat asal Purbalingga dan Indonesia pada umumnya secara langsung atau melalui situs jejaring sosial Facebook, Twitter dll,” jelasnya.

Wahyu Triono yang sudah di percaya menjadi ketua umum Papeling selama dua periode 2011-2015. 2016-2018 menyebutkan, bahwa anggotanya daat ini yang teregistrasi resmi kurang lebih ada 1000 orang, bahkan dii Fans Page Papeling sendiri sudah mencapai 27 ribu lebih anggota.

“Karena Papeling Bukan Organisasi politik. Papeling merupakan Organisasi sosial, yang bertujuan untuk menyatukan sesama perantau dari purbalingga, Jawa tengah. Kini di Jabodetabek Papeling mempuyai 13 korwil (Koordinator Wilayah) dan
terdiri dari 9 korwil. Dan 3 korwil di Bandung,” bebernya.

Menurutnya, selain Jabodetabek pengurus Papeling juga telah menyebar ke beberapa kota besar yang banyak para perantau purbalingga menetap disana dan menginginkan di bentuk organisasinya. Seperti di Semarang, Jogja dan kota besar lainnya.

“Misi seni budaya Papeling yaitu menyatukan hasrat bakat seni yang ada sama sesama anggota dan Untuk memperkenalkan papeling ke khalayak ramai serta melestarikan budaya seni budaya khas Purbalingga,” ujarnya.

Kedepan Wahyu be encana organisasinya akan di daftarkan ke Menkumham sebagai organisasi massa. Karena yang unik dari Papeling adalah diadakannya Leadership Kepemimpinan untuk korwil (koordinator wilayah) dan pengurus. Untuk bisa menjadi anggota resmi papeling adalah asli dari kota purbalingga.

“Namun Papeling tidak menutup anggota lainnya bagi yang ingin menjadi anggota Papeling diluar purbalingga, akan di jadikan sebagai anggota kehormatan,” tandasnya. (and/ton)