TANGERANG

Sempat Meninggi, Petugas Antisipasi Banjir Susulan di Ciledug

Sempat Meninggi, Petugas Antisipasi Banjir Susulan di Ciledug.

Indonesiarayakini.com, Ciledug – Banjir yang melanda Perumahan Ciledug Indah 1 dan 2, Pedurenan, Karang Tengah, Kota Tangerang, kemarin berangsur surut. Sebelumnya, Sabtu (24/9/2016), ratusan rumah terendam setinggi 1,5 meter. Banjir ini akibat luapan Kali Angke lantaran intensitas curah hujan tinggi ditambah air kiriman dari Bogor.

Banjir di Perumahan Ciledug Indah 1 dan 2 menggenangi permukiman warga di RW 9, 10, 5, dan 6. Ketua Tagana Kota Tangerang Tatan Fauzi mengatakan, banjir yang semula setinggi hampir 1,5 meter di Ciledug Indah 1 dan 2 sudah turun menjadi 30 – 60 cm. ”Warga tidak ada yang mengungsi. Kebanyakan memilih bertahan di lantai dua,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi banjir lagi, pihaknya menyiagakan lima personel dan satu perahu di lokasi. Selebihnya standby di sekretariat dan dinas sosial untuk perbantuan dropping logistik. ”Personel masih siaga di lokasi jaga-jaga kalau air naik lagi,” ucapnya.

Menurut Eddy, ketua RW 06 Pedurenan, banjir di Perumahan Ciledug Indah 1 dan 2 selain disebabkan debit air hujan yang tinggi, pembangunan tanggul penahan air di bibir sungai juga tak kunjung tuntas. ”Saya minta pemerintah segera melanjutkan pembangunan tanggul yang berhenti akhir 2015,” katanya.

Dia menuturkan, banjir di perumahan ini memang sangat parah, namun pembangunan tanggul sedikit menolong. Sayangnya, kerusakan di tanggul sampai saat ini belum sepenuhnya diperbaiki.

”Proyek pembangunannya tidak dilanjutkan lagi tahun ini,” ucapnya. Banjir ini sangat mengganggu aktivitas masyarakat salah satunya warga yang hendak berdagang.

Kapolres Metro Tangerang Kombes Pol Irman Sugema mengatakan, Jalan KH Hasyim Azhari yang menghubungkan Jakarta-Tangerang sempat terputus pada Minggu (25/9/2016) dini hari akibat luapan Kali Angke. Arus lalu lintas dari Kota Tangerang menuju Jakarta dialihkan melalui arah Serpong.

Sedangkan akses dari Jakarta menuju Kota Tangerang melalui Karang Tengah. Hingga kemarin hampir seluruh penghuni di perumahan tersebut telah mengevakuasi kendaraan milik mereka ke tempat yang lebih tinggi di pinggir Jalan KH Hasyim Azhari.

”Sudah biasa ditaruh di sini kalau banjir makanya sudah langganan,” ujar Tommy Okagani, warga Perumahan Ciledug Indah 2. (sep/hlt)