FINANSIAL

BI Ajukan Anggaran 2017, Dengan Proyeksi Pengeluaran Rp10,1 Triliun

Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo.

Indonesiarayakini.com, Jakarta – Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Jakarta, Kamis (29/9/2016), mengatakan akan melepas tanggungan gaji bekas pegawainya sebanyak 698 orang yang pindah ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai tahun depan.

Keputusan bank sentral itu sesuai dengan ketentuan yang berlaku, apalagi jumlah kewajiban mereka yang pindah itu cukup besar, sehingga memengaruhi kemampuan mereka merekrut sumber daya manusia yang baru.

Agus dalam kesempatan itu mengajukan anggaran tahunan BI pada 2017 kepada Komisi XI DPR dengan proyeksi pengeluaran 10,1 triliun rupiah atau naik 6,53 persen dari tahun ini yang tercatat sebesar 9,4 triliun rupiah.

Adapun komponen yang mengalami kenaikan adalah gaji dan penghasilan lainnya, dari 3,51 triliun rupiah menjadi 3,54 triliun rupiah atau meningkat 30 miliar rupiah. Selain itu terjadi kenaikan pada manajemen SDM dari 2,7 triliun rupiah menjadi 2,9 triliun rupiah atau melonjak 200 miliar rupiah, sementara logistik dari 969,2 miliar rupiah menjadi 1 triliun rupiah serta penyelenggaraan operasional kegiatan pendukung dari 676,1 miliar rupiah menjadi 867,6 miliar rupiah.

“Untuk program sosial BI dan pember – dayaan sektor rill sebesar 271,9 miliar rupiah atau naik dari sebelumnya 221,3 miliar rupiah. BI juga melakukan pembayaran pajak 924,7 miliar rupiah dan cadangan anggaran anggaran 479,6 miliar rupiah,” kata Agus.

Deputi Gubernur BI, Hendar, mengatakan sebelumnya pembayaran gaji pegawai OJK yang berasal dari BI masih menjadi tanggung jawab bank sentral, sesuai dengan amanat UU. Alokasi dana untuk itu, cukup besar.

Menurut Hendar pihaknya menganggarkan kenaikan gaji dan penghasilan menjadi 3,54 triliun rupiah karena ke depan memang ada penerimaan pegawai baru untuk mengisi kekosongan pos struktur. “Perlu ada tambahan orang untuk mengisi pos-pos kosong untuk pengedaran uang.

Jumlah pegawainya sedang kita hitung tapi cukup besar, dan kita mulai secara bertahap,” kata Hendar. Kenaikan gaji juga tambah Hendar untuk mengimbangi inflasi serta kebijakan memberikan apresiasi kepada pegawai yang berprestasi. (one/fkb)