NUSA TENGGARA

Polisi Gagalkan Penyelundupan Burung yang Dilindungi

Polisi Gagalkan Penyelundupan Burung Dilindungi.

Indonesiarayakini.com, Jembrana – Meski sudah berulang kali pelaku penyelundupan hewan langka ke Bali ditangkap polisi, tidak membuat mereka jera. Minggu (30/10/2016) sekitar pukul 16.30 Wita aparat Polsek Kawasan Laut Gulimanuk kembali menangkap pelaku penyelundupan burung langka jenis Rangkong.

Burung dilingdungi tersebut ditemukan petugas saat memeriksa bus Kramat Djati dan penumpangnya di pos 2 pintu masuk Bali. Saat memeriksa barang bawaan penumpang, petugas menemukan dua ekor anakan burung Rangkong yang ditempatkan dalam kardus warna cokelat.

Bus dengan momor polisi B 7860 IW tersebut dikemudikan Subkhan (40) beralamat di Desa Glagah, Kecamatan Bulukamba, Kabupaten Brebes. Ia datang ke Bali bersama kernet Suginto (32) asal Desa Nglaran, Pacitan.

Setelah dilakukan pengecekan, ternyata burung-burung tersebut tidak dilengkapi dengan dokumen dari KSDA daerah asal. Itu sebabnya orang dan barang bukti diamankan di Polsek Kawasan Laut Gilimanuk. Selanjutnya petugas kepolisian melakukan koordinasi dengan petugas KSDA Gilimanuk, Ruhiyatna.

Dari keterangan petugas KSDA disebutkan dua ekor burung Rangkong tersebut merupaan satwa yang dilindungi. Demi kepentingan penyelidikan dan penyidikan, burung tersebut dititipkan di Kantor KSDA Gilimanuk untuk dirawat mengingat burung tersebut masih anakan.

“Saat ini sopir dan kernet masih diamankan di Polsek Gilimanuk untuk dilakukan pemeriksaan intensif. Karena diduga melanggar pasal 40 ayat 4 Jo pasal 21 ayat 2 huruf a UU No. 5 tahun 1990 tentang Konserfasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya,” kata Ruhiyatna.

Soal pemilik burung yang menitipkan burung tersebut kepada kernet maupun sopir di pinggir jalan daerah Probolinggo masih dilakukan penyelidikan. Karena orang yang menitipkan burung, tidak dikenal atau tidak diketahui sopir maupun kernet. (don)