ENTERTAINMENT

Jadi Tagline, Anies Baswedan Hadiri Premiere 25 Hari di Eropa

Jadi tagline, Anies Baswedan hadiri premiere 25 Hari di Eropa.

Indonesiarayakini.com, Jakarta – Sutradara dan produser Aditya Gumay penggarap film berjudul “25 Hari di Eropa” berhasil membuat ide tagline calon Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Menurut Anies, ide awal yang di mulai dari obrolan biasa terjadi pada saat dirinya menjadi Menteri di tahun 2015 lalu.

Menurutnya selain tagline itu juga banyak yang akan dikerjakan dalam membangun kerjasama dengan Aditya. Meski serba sulit, uang minim secara bisnis, tapi bersama tim tidak berhenti bekerja untuk berkarya yang akhirnya jadilah film 25 Hari di Eropa ini.

“Meskipun sulit, saya tanya, Anda ini sebenarnya mencintai Indonesia tanpa syarat apa ada apa-apanya. Nah beliau (Aditya) bilang, Pak, boleh tidak kata-kata itu saya pakai?. Ya saya bilang boleh saja,” kata Anies di Premiere 25 Hari di Eropa, di XX1 Epicentrum, Kuningan, Jakarta.

Bisa dikatakan spontan dalam pembuatan film terbarunya ini bagi Aditya. Awalnya para pemain hanya berangkat ke Eropa untuk sebuah program yang disponsori oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga. Selama kegiatan itulah, direkam oleh Aditya yang akhirnya menjadi sebuah film.

“Saat berada di beberapa negara di Eropa, banyak sekali waktu luang, daripada hanya untuk jalan-jalan saat itu saya juga bawa tiga kameramen dan audioman dua tim. Disana saya seperti kerja mencari jarum dalam jerami. Itu menjadi perjalanan yang cukup lama,” kata Aditya Gumay

Film menceritakan kegiatan 11 remaja berkelana dan menghabiskan waktu mereka selama 25 hari di empat negara kawasan Eropa, Belanda, Jerman, Prancis dan Swiss. Mereka memperkenalkan budaya Indonesia melalui tari, musik dan lagu.

Dalam aktivitaanya, munculah cerita seperti cinta, persahabatan dan persoalan keluarga pun menjadi warna dalam adegan film ini. Tak tanggung-tanggung, sebagai bentuk rasa cinta terhadap Tanah Air, tagline atau motivasi dari Cagub DKI Jakarta 2017 Anies Baswedan pun dikemas dalam film yang bergenre drama ini.

Meski diperankan oleh bintang baru dan senior seperti Ferry Salim, Atiek Kanser, Nungky Kusumastuti serta grup band muda HiVi, film tak hanya menyuguhkan sekadar tontonan, nilai moral dan edukasi turur mendukung dan mengedepankan semangat nasionalisme tersebut.

Aditya mengatakan bahwa film ini tak hanya diputar di bioskop dengan waktu terbatas tapi akan diputar sepanjang tahun ini dan tahun depan bersama dengan program wokshop film yang diakan digelar lebih 40 kota diseluruh Indonesia.

“Jadi, nonton film ini juga nantinya akan mendapatkan pelajaran tentang apa itu akting, film yang berharga bagi peserta workshop karena film ngga akan terbatas hanya tayang di bioskop saja,” tandasnya.

Hadir diacara tersebut, dua mantanentri Pemuda dan Olah Raga, Adiyaksa Dault dan Roy Suryo. (and/hlb)