DIGITAL

Komunitas Sobat Budaya, Rilis Peta Kuliner Nusantara

Indonesiarayakini.com, Jakarta – Komunitas Sobat Budaya merilis Peta Kuliner Nusantara di Perpustakaan Digital Budaya Indonesia yang dapat di akses di situs www.budaya-indonesia.org. Peta Kuliner Nusantara ini dirilis berdasarkan hasil penelitian dari Bandung Fe Institute, Research Center for Complexity di Surya University.

Presiden Bandung Fe Institute, Founder Sobat Budaya, Hokky Situngkir mengatakan lewat proses pengumpulan data, Komunitas Sobat Budaya berhasil mengumpulkan 1.458 resep hidangan masakan dan minuman nusantara.

“Hebatnya makanan Indonesia selain ada bahannya yang bermacam-macam, yang menarik juga ada filosofi atau cerita di baliknya. Kalau dipisah, hilang keseruan tradisi Indonesia. Dicek dengan disiplin ilmu antropologi, kebanyakan makanan di Indonesiamembutuhkan 10 bumbu, terdapat 10 persen bumbu umum yang hampir selalu ada di resep masakan, dan lima persen bumbu yang unik,” kata Hokky Situngkir saat acara peluncuran Peta Kuliner Nusantara di kantor BukaLapak, Jakarta.

Dalam kesempatan yang sama, Hokky juga memaparkan diperlukan waktu tiga tahun untuk mencicipi makanan Indonesia yang berbeda setiap hari. Misalnya hidangan sate, butuh waktu dua bulan makan malam untuk dapat selesai mencicipi seluruh jenis sate di Indonesia, dan butuh waktu tujuh bulan untuh mencicipi minuman Indonesia jika minum satu jenis per hari.

“Gunanya bukan hanya untuk pecinta makanan, apa yang lebih enak daripada kita makan dan kita tahu cerita di baliknya? Kita harus melihat budaya dan tradisi sebagai informasi. Karena kalau sudah menjadi informasi maka akan menjadi data. Dari data akan menjadi inovasi, banyak hal yang bisa dilakukan dari sana,” kata Hokky.

Komunitas Sobat Budaya sendiri berdiri dari tahun 2008, bergerak mengumpulkan data tekait budaya Indonesia. Selain kuliner nusantara, juga ada alat musik, cerita rakyat, motif kain, musik dan lagi, naskah kuno, dan prasasti, ornamen, pakaian dan permainan tradisional, produk arsitektur, ritual, seni pertunjukan, senjata dan alat perang, tarian, tata cara pengobatan yang terkumpul dalam 33 ribu data.

Menurutnya, kekayaan keragaman kuliner ini sangat terkenal di dunia Internasional, namun sangat di sayangkan karena hingga saat ini belum banyak upaya sistematik untuk memetakan kekayaan budaya tradisional ini.

“Kuliner tradisional Indonesia memiliki dua hal penting yaitu Rasa khasnya meliputi kisah/narasi/filosopi dari makanan/minuman tradisional tersebut dan keragaman bumbu/bahan yang khas kepulauan Indonesia yang kaya akan rempah-rempah. Peta Kuliner Nusantara menyimpan kode-kode kebijaksanaan warisan budaya nusantara,” jelasnya.

Peta kuliner Nusantara di wujudkan dalam bentuk Aplikasi Digital mobile bernama “Peta NusaKuliner” aplikasi ini dapat di unduh gratis bagi pengguna perangkat smartphone : http://bit.ly/kulinerAndroid.

Melalui Aplikasi ini kita dapat mengapresiasi budaya melalui kulinernya,” ujar Siti Wulandari,selaku Ketua Umum Sobat Budaya, yang mulai mengumpulkan data kuliner sejak tahun 2008 dengan Gerakan sejuta data budaya(GSDB) yang juga telah membuat buku Kode-kode Nusantara. Yang berisi panduan kuliner yang beragam di seluruh Indonesia.

“Kekayaan budaya tidak akan pernah menjadi budaya bangsa lain kalau kita bisa mempertahankan budaya kita, dengan mencintai makanan tradisional , keanekaragaman kuliner nusantara dapat menjadi pemersatu bangsa,” ujar Johari Zen Komisaris JNE.

Untuk memperkenalkan dan menyebarluaskan makanan nusantara, JNE , mempunyai layanan PESONA (Pesanan Oleh-Oleh Nusantara), pelanggan dapat memesan makanan dan minuman, dari berbagai daerah di Indonesia. (fri/hlb)