BOGOR

Warga Kirim Tiga Surat, Bima Ngaku Belum Terima

Indonesiarayakini.com, Bogor – Bagai pungguk merindukan bulan. Peribahasa ini sepertinya pas dialamatkan untuk warga dengan walikotanya. Meski warga sudah tiga kali berkirim surat namun tak kunjung terbalaskan oleh Wali kota Bogor.

Seperti diketahui warga perumahan IPB Baranangsiang, perumahan Tegallega, perumahan Bogor Baru, Kelurahan Tegallega, Bogor Tengah, Kota Bogor, menolak rencana pembangunan Apartemen Grand Park Pakuan City (GPPC) berdiri di wilayahnya.

Konflik antarwarga dengan pihak pengembang PT Gapura Pakuan Group sudah berlangsung setahun lalu, tepatnya medio 2015 dan belum menemui titik terang. Bahkan warga mengaku sudah melayangkan surat tiga kali berisikan penolakan berikut pertimbangannya kepada Wali Kota Bogor Bima Arya.

Bima Arya yang dikonfirmasi mengaku belum menerima surat perihal penolakan warga. Selain itu, ia juga mengatakan bahwa surat di atas meja kerjanya belum sempat dibacanya bahkan sudah bertumpuk.

“Belum dapat laporan, saya belum lihat suratnya. Mungkin di meja saya, surat itu numpuk setinggi 10 meter kali yah. Tapi coba nanti saya cek lagi,” ucapnya, Senin (19/12/2016).

Sementara itu, perwakilan warga Imam Supriadi menampik pernyataan pihak pengembang yang menyatakan bahwa tahun 2014 lalu telah melakukan sosialisasi kepada warga.

“Itu tidak benar. Tahun 2014 tidak ada sosialisasi kepada warga di sini, maka tuntutan kita minta dibuktikan dengan menunjukkan dokumen yang sah. Terus kenapa surat kami tak dibalas, mana kualitas layanan kepada warga yang taat pajak dan hukum,” cetusnya.

Selain itu, Imam juga mempertanyakan Izin Prinsip (IP) yang telah keluar, sementara warga di daerahnya telah mengirimkan surat penolakan lebih dahulu.

“Mengapa seolah jawaban surat kita adalah keluarnya IP, apa alasan mengeluarkan IP. Sementara kami sudah mengirim surat penolakan,” tuturnya. (ris)