HUKUM

Ade Armando Harus Ditahan, Pernyataannya Dilakukan Berulang-Ulang Melukai Umat

Indonesiarayakini.com, Jakarta – Setelah menunggu sekian lama yaitu lebih dari 1 tahun sejak pelaporan, akhirnya Ade Armando ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus Penistaan / Penodaan Agama oleh Polda Metro Jaya.

Ade Armando dilaporkan atas kata-katanya di media social dengan berkomentar bahwa “Allah kan orang Arab. Tentu Allah senang kalau ayat-ayatnya dibaca dg gaya Minang, Ambon, Cina, Hiphop…”, dimana diduga telah melanggar Pasal 156a KUHP dan Pasal 28 ayat (2) jo. Pasal 45 ayat (2) UU No. 11 Tahun 2008 tengang ITE.

Pada Selasa pekan depan, Ade Armando akan diperiksa pertama kali sebagai Tersangka di Polda Metro Jaya.

Kuasa hukum pelapor yakni Sdr. Johan Khan, yaitu LBH street Lawyer diwakili oleh Kamil Pasha, S.H. M.H., Senin (30/1/2017) di Jakarta, meminta pihak Polda Metro Jaya untuk segera menahan Ade Armando, karena yang bersangkutan telah berulangkali mengulangi membuat pernyataan dan status-status yang menistakan agama Islam dan melukai hati umat Islam.

Dia mengkhawatirkan, Ade Armando akan menghilangkan barang bukti serta melarikan diri, selain itu ancaman hukuman yang diancamkan kepada Ade lebih dari 5 tahun pidana penjara.

“Sehingga pihak Polda Metro Jaya harus menggunakan kewenangannya sesuai alasan subjektif dan objektif sebagaimana diatur Pasal 21 ayat (1) dan ayat (4) KUHAP”, katanya.

Kamil Pasha, S.H. M.H., juga mengajak partisipasi masyarakat untuk terus mengawal dan mengawasi perkara ini agar diproses serta tidak “masuk angin” ditengah jalan. (tsn)