NUSA TENGGARA

Pesona Wisata Lombok (2) : Dari Kerajinan Tenun, Gerabah, hingga Kuliner Khas Lombok yang Pedas

Indonesiarayakini.com, Lombok – Lombok tidak hanya terkenal dengan pesona alamnya saja, tapi terkenal juga dengan kerajinan tangannya.

Setidaknya ada dua desa yang terkenal dengan buah kerajinan tangannya, yaitu Desa Sukakare yang dikenal sebagai desa tenun, dan Desa Sukarare, kita menuju ke Banyumulek yang me jadi sentra gerabah.

Berikut ini liputan wartawan media ini, Banny Rachman dan Putri Shavira, sebagai berikut :

ADA satu desa yang sangat terkenal dengan sebutan Desa Wisata tenun khas Lombok, yaitu Desa Sukarare. Hasil tenunan khas Sukarare adalah Sarung Songket. Tenun merupakan pekerjaan utama bagi penduduk permpuan desa tersebut selain bertani.

Desa Sukarare merupakan salah desa sadar wisata tenunan yang ada di Lombok, selain Desa Sade dan Desa Banyumule.

Sukarare terletak di Kabupaten Lombok Tengah Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah. Lama waktu tempuh untuk mencapai desa ini kurang lebih 20 menit dari Bandara Internasional Lombok.

Jika berlibur ke Lombok, sempatkan untuk datang ke sini. Di sini bisa melihat kain tenun Lombok, rumah adat Lombok.

Kita juga bisa lihat cara membuat kain tenun bahkan diberi kesempatan untuk mencoba membuat kain tenun. Kita juga bisa coba baju adat Lombok dan disediakan tempat untuk foto-foto.

Kaum perempuannya di wajibkan untuk bisa menenun, atau dalam bahasa Sasak disebut nyesek. Kemahiran dalam menenun ini wajib karena dijadikan syarat pernikahan.

Setelah puas di Desa Sukarare, kita menuju ke Banyumulek. Banyumelek adalah desa yang berada di kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat.

Banyumulek merupakan sentra industri gerabah di seantero Pulau Lombok sejak tahun 1990-an. Produk kerajinan gerabah Desa Banyumulek yang khas, yaitu Kendhil Maling.

Kendhil yang satu ini cukup unik, karena memiliki desain dan cerita yang berbeda dari kendhil-kendhil biasanya.

Kendhil Maling memiliki lubang di bagian dasarnya. Lubang ini dipakai untuk memasukkan air ke dalam kendhil. Seperti cara aneh seorang maling, yang tidak memakai jalan biasa (lewat atap atau lewat jendela, bukan lewat pintu) ketika hendak masuk ke sebuah rumah.

Uniknya, desain yang khusus pada Kendhil Maling membuat air tidak keluar dari lubang tersebut saat kendhil diletakkan kembali.

Di Banyumulek, pengunjung diberikan kesempatan untuk praktek langsung membuat gerabah, dan hasilnya bisa dibawa pulang.

BACA LIPUTAN WISATA LOMBOK LAINNYA:

Pesona Wisata Lombok (1) : Melihat Langsung Geliat Wisata di Pulau Lombok

Pesona Wisata Lombok (3) : Belum ke Lombok Kalau Tidak Mengunjungi Gili-Gili, Ini Alasannya

Pesona Wisata Lombok (4) : Gemericik Air Terjun Benang Setokel dan Benang Kelambu di Geopark Rinjani

Pesona Wisata Lombok (5) : Sensasi Lantai Rumah Sasak di Desa Sade, dari Kotoran Kerbau, Tidak Bau, Lembut, tapi Kuat

Kuliner Khas Lombok

Kulinernya juga tidak kalah maknyus. Makanan khas Lombok bisa mengganjal perut yang lapar. Di seputar Banyumulek banyak alternatif tempat makan.

Pilihan jatuh ke RM Ayam Taliwang. Ternyata menu satu paket di sini sangat banyak. Saya pesan Ayam Taliwang, isinya ada tahu dan tempe goreng, Plecing Kangkung, Sayur Ares. Dan semua rasa makanannya pedes dan hmmm yummy.

Setelah makan siang, kami ke hotel untuk cek in. Sore sekitar jam empat, kita menuju ke Pantai Sanggigi. Pantai Sanggigi adalah tempat parawisata yang terkenal di Lombok.

Letaknya di sebelah barat pesisir Pulau Lombok. Pantai Senggigi memiliki keindahan panorama yang menawan hati. Banyak wisatawan luar negeri yang datang ke pantai ini.

Di pantai Sanggigi banyak penginapan dan cafe-cafe. Kita kurang beruntung karena cuaca mendung, jadi tidak bisa lihat sunset. Tapi kita masih bisa menikmati pantai yang indah dan bersih.

Setelah puas bermain di pantai Sanggigi, kami mampir ke toko kaos khas Lombok. Lalu kami makan malam di Lesehan Sate Rembiga, kuliner khas Lombok.

Sate Rembiga juga salah satu makanan khas Lombok, satenya terbuat daging sapi, sate di sini beda dengan sate di Jakarta, yang pakai bumbu kecap atau kacang. Di sini satenya sudah dibumbuin baru dibakar.

Dan hampir semua makanan khas Lombok itu disajikan dengan plecing kangkung. Makan siang dan makan malam ini, menurut saya semuanya sangat enak sekali, apalagi bagi yang penyuka makanan pedas. (*)