POLITIK

UIN Mataram Diharapkan Kembangkan Ilmu Agama Islam

Indonesia, Raya, Terkini, Kini, Berita, News, Tentang, Update, Sport, Wisata, Icon, Politik

Indonesiarayakini.com, Mataram – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Mataram resmi beralih status menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 34 Tahun 2017 bersama lima IAIN lainnya di Indonesia. Komisi VIII DPR RI mengharapkan UIN Mataram dapat mengembangkan ilmu agama Islam yang berintegrasi dengan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Wakil Ketua Komisi yang membidangi pendidikan keagamaan ini Noor Achmad mengatakan, UIN diharapkan dapat memberi manfaat, serta perubahan. “Nama IAIN menjadi UIN harus dibarengi dengan peningkatan kualitas. Hal ini tidak hanya sekedar berubah nama, akan tetapi juga harus ada perubahan pada beberapa hal mendasar, seperti kualitas SDM dan kualitas lulusan yang dihasilkan oleh UIN,” jelasnya saat Kunjungan Spesifik Komisi VIII DPR RI ke Provinsi NTB terkait optimalisasi peran Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam sejalan dengan Peralihan Status IAIN Mataram menjadi UIN Mataram, di Mataram, Jum’at (14/7/2017).

Kebijakan peralihan status UIN Mataram ini, lanjut politisi Golkar ini, dilakukan dalam rangka memenuhi tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan proses integrasi ilmu agama Islam dengan berbagai rumpun ilmu pengetahuan.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa proses perubahan status itu memerlukan waktu yang cukup lama. Syarat menjadi UIN membutuhkan lebih dari 10 ribu mahasiswa. Saat ini total mahasiswa UIN Mataram ada 11 ribuan.

Dengan perubahan status menjadi UIN, berbagai upaya harus dilakukan untuk bisa berkontribusi bagi masyarakat. Diantaranya UIN Mataram membuka program studi pariwisata syariah pada tahun ini. Program studi tersebut sesuai dengan posisi NTB yang telah menjadi daerah wisata halal.

“Meskipun nanti akan ada program studi umum, namun hal tersebut diharapkan tidak akan mengurangi nilai keagamaan yang menjadi ciri khas IAIN,” tegasnya.

Dengan peralihan status ini IAIN bisa memiliki kualitas yang baik dalam bidang ilmu agama maupun ilmu umum. Untuk saat ini IAIN telah mendapatkan rekomendasi dari Kemenristek Dikti untuk membuka beberapa program studi umum.

Ada beberapa poin yang termuat dalam Perpres terkait perubahan status ini. Beberapa muatan yang termuat dalam Perpres itu diantaranya adalah tentang perubahan status IAIN menjadi UIN, status UIN nantinya tetap berada dibawah Kemenag.

Saat ini, jumlah program studi di IAIN Mataram sebanyak 27 dengan 3 fakultas. Demikian juga tambahan program studi Pendidikan Agama Islam Multikulturalism di Pascasarjana UIN yang didirikan tahun 2016.

Ditegasnkan Noor Achmad, bahwa lulusan yang dihasilkan UIN Mataram nantinya harus mampu bersaing dan mengambil bagian dalam proses pembangunan yang berlangsung, baik bidang pendidikan maupun pembangunan ekonomi dan pemerintahan.

Apalagi di era sekarang, dimana persaingan dalam berbagai bidang begitu kuat, sarjana lulusan Perguruan Tinggi (PT) tidak cukup hanya bermodalkan ijazah dan gelar, tapi juga keterampilan.

“Transformasi IAIN ke UIN yang sebelumnya telah melalui perjuangan panjang dan kajian komprehensif, harus disikapi dengan mampu berperan menciptakan perubahan dalam hal yang positif di tengah masyarakat,” ujar politisi dapil Jawa Tengah II. (nwi)