JAKARTA

Semangat Gotong Royong, Warga Giritirto Bangun Kebersamaan

Indonesiarayakini.com, Jakarta – Didasari rasa semangat kebersamaan dan memiliki kepekaan untuk saling mengasihi. Paguyuban Warga Giritirto (Pawagir) terus eksis sebagai komunitas yang sehati dan sejiwa. Dalam kiprahnya Pawargi lebih mengedepankan komunikasi untuk membangun relasi, sehingga melahirkan pemikiran yang sama dalam mewujudkan visi-misi paguyuban.

Ketua Umum Pawagir, Supriyadi mengatakan, membangun paguyuban yang berssal dari darah yang ada di Jakarta tidaklah mudah. Karena semua anggota harus sehati dan sejiwa dalam suka dan duka, untuk menghidupi dan menghayati tugas, karya, dan panggilan hidup.

“Semua anggota harus memiliki kepekaan dan bertindak saling mengasihi. Kita bersama sama menghayati solidaritas, toleransi dan prinsip dalam memanfaatkan segala perbedaan untuk mencapai tujuan bersama,” ungkap Supriyadi di acara Gelaran tradisi tahunan Halal Bi Halal Paguyuban asal Desa Giritirto, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah 2017 di Bumi Perkemahan Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Menurutnya, acara Halal Bi Halal tahun 2017 ini mengambil tema “Gotong Royong Kebersamaan dan Kerukunan Warga  Dalam Wadah Pawagir” alasan mendasar dari acara tersebut, kata Supriyadi, warga asal Desa Giritirto ingin menjadikan Pawagir sebagai wadah penyambung silahturrahmi antar warga.

“Ngumpulke balung pisah (benang silahturahmi,red) , kekeluargaan, famili, generasi, pertalian saudara, eyang kakung, eyang putri, bapak, ibu, anak, putra, putri, menantu, mertua, besan, ipar, pakde, bude, paklik, bulik, sepupu, keponakan, cucu, buyut, canggah, tetangga, masyarakat sosial, dan sebagai warga negara bangsa Indonesia tercinta, bisa kumpul bersama,” bebernya.

Supriyadi mengatakan, Pawagir sebagai paguyuban bukanlah wadah organisasi biasa. Tapi pemersatu warga asal Desa Giritirto yang ada di Jabodetabek. Bahkan perkumpulan itu juga, bukan sekadar acara ngumpul-ngumpul, namun para perantau diberikan kesempatan untuk berperan serta dalam membangun desanya.

“Syukur Alhamdulillah, sekarang ini sudah di selenggarakan salah satu program, yaitu Program Semen Satu sak, kebetulan ini adalah ide saya. Bermula dari yang kecil saja, dan ide Semen Satu Sak atawa disingkat Tiga S mendapat dukungan dari Warga Pawagir se-Jabodetabek secara positif, “ jelasnya.

Mengangkat budaya jawa dan menjunjung tinggi petuah para leluhur adalah cara Pawagir sebagai wadah yang bermanfaat bagi masyarakat luas, khususnya asal Kebumen, Jawa Tengah. Bahkan dalam acara itu hadir para tokoh wilayah seperti, Kepala Desa Giritirto, Teguh, Wijil dari  DPRD Kebumen kuga hadir dan Bambang yang jadi tokoh masyarakat serta tibuan tamu undangan lainya.

Acara yang dimeriahkan oleh berbagai hiburan, sebagai rasa yang dimiliki bersama untuk menjaga persatuan dan kesatuan dengan cara menjadikan kekuatan gotong royong sebagai symbol pemersatu antar Warga Pawagir yang ada di perantauan.

“Sekalipun kita diperantauan, kepedulian dengan kampung halaman kita harus tetap  berperan dalam membangun Desa,“ ungkap Supriyadi dalam pidatonya.

Agenda tetap Pawagir ini mendapat dukungan dari berbagai pihak termasuk kepanitian yang dikomandoi oleh Bobot, Sanjaya dan Team Work Warga Pawagir yang solid, sehingga acara tersebut berjalan lancar. (ris/hlb)