UKM & KOPERASI

Asosiasi UMKM Indonesia akan Perjuangkan Perlindungan Usaha

Indonesiarayakini.com, Jakarta – Puluhan ribu UMKM yang tergabung dalam Koperasi MSP (Mitra Sarana Perjuangan) berkordinasi dengan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM), untuk membuka akses permodalan dan bimbingan bagi usahawan kecil dan menengah.

Menurut Pengurus Koperasi MSP, Febri Wibawa, selama ini UMKM kurang mendapatkan perlindungan dalam menjalankan usahanya, baik dari sisi perlindungan resiko hukum maupun resiko kerugian usaha.

“Banyak pengusaha kecil yang mendapatkan kredit usaha dari Bank, tapi gagal bayar,” kata Febri kepada wartawan di Jakarta, Selasa (19/9/2017).

Febri menambahkan, UKM yang gagal bayar itu karena usahanya bangkrut akibat bencana, sakit, sehibgga usaha kecil menengah tersebut langsung di blacklist oleh perbankan tanpa adanya pembinaan dan kesempatan bagi mereka untuk bangkit mengembangkan usahanya kembali.

Sementara itu Pengurus Asosiasi UMKM Indonesia, Emir Moeis mengatakan rakyat kecil harus diberikan kesempatan yang luas dalam berusaha.

Pemerintah dinilai Emir sudah berupaya memberikan bimbingan teknis dan pelatihan serta membuka peluang ekspor bagi usaha kecil dan menengah hanya menunggu realisasi dari masyarakat.

Asosiasi UMKM Indonesia memiliki tujuan untuk membantu UMKM Indonesia untuk mempromosikan produk mereka ke masyarakat baik didalam negeri maupun luar negri. baik melalui sarana digital (medsos, aplikasi, website) maupun melalui pameran nasional dan internasional

“Kami juga membantu akses pendanaan yang sederhana dan tepat sumber, serta memberikan bantuan advokasi hukum dan perlindungan resiko gagal usaha,” kata Emir.

Selain itu, asosiasi juga memperjuangkan aspirasi UMKM kepada pemerintah, DPR dan lembaga terkait lainnya demi kemajuan UMKM.

“Peluang UMKM dalam menghasilkan devisa bagi negara sangat besar dan jika ini dikembangkan maka UMKM dapat menjadi andalan bagi negara untuk meningkatkan perekonomian Indonesia,” tuturnya.

Dicontohkan Emir peluang usaha kecil dan menengah di pasar global sangat menjanjikan untuk produk- produk kerajinan tangan dan olahan makanan dan minuman seperti, Keripik Tempe Original, Keripik Tempe Pedas, Jelly Rumput Laut, Rumput Laut Kering Hitam, Rumput Laut Kering Putih,

Selain itu Gula Semut, Kopi Luwak Jember, dan Kopi Toraja Sapan. Ada juga produk kerajinan seperti Dompet Kulit Sapi, Tas Kulit Sapi, Tas Kulit Domba, Tas Kain Baduy, dan Tas Anyam Decoupage. (vin)