POLITIK

Mardjoko Dukung Prabowo-Sandiaga

Calon Presiden dan Wakil Presiden 2019, Sandiaga Uno dan Prabowo Subianto.

Indonesiarayakini.com, Purwokerto – Sukarelawan pendukung calon presiden dan wakil presiden, Prabowo Subiyanto-Sandiaga Uno (Padi) wilayah Banyumas Raya (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas dan Cilacap), dideklrarasikan di RM Garden Resto Purwokerto, Minggu sore (14/10/2018).

Dalam kesempatan itu, juga diumumkan, mantan Bupati Banyumas, Mardjoko didaulat sebagai Pembina, dan hadir di forum tersebut.

BACA JUGA : Sejumlah Ormas di Kebumen Deklarasi Dukungan ke Prabowo-Sandi

Selain itu, deklrasi juga dihadiri Koordinator Relawan Padi Jateng, Sudirman Said (mantan calon gubernur) dan koordinator nasional, Ferry Mursidan Baldan. Mardjoko mengatakan, ia bersedia menjadi bagian dari sukarelawan pemenangan calon presiden dan wakil presiden nomer urut dua, karena Prabowo merupakan nenek moyangnya bupati Banyumas (Bupati Yudonegoro 2).

Selain itu juga ingin mengabdi untuk kepentingan bangsa dan daerahnya. “Saya ikut membantu ini karena didasari niat kebaikan, bahwa Pak Prbowo selain nenek moyangnya drai Banyumas juga tulus dalam berjuang untuk memperbaiki kondisi bangsa ini. Meskipun adik saya (Wisnu Suahrdono) ketua Golkar Jateng, saya tetapmilih misah saja,” katanya saat berpidato.

Dia minta kepada relawan Padi Banyumas Raya, untuk mulai bekerja keras, terutama mendekati dan menberikan pemahaman, utamanya kepada masyarakat desa supaya memilih dan ikut memenangkan Prabowo-Sandi.

Sudirman Said mengatakan, dengan modal dukungan 42 persen perolehan suara saat ia menjadi calon gubernur Jateng, ini masih bisa dimaksimalkan lagi, mengingat masih ada waktu enam bulan ke depan. Targetnya, di Jateng bisa sampai 60 persen. “Kemarin di Pilgub kita menang secara idealisme, kreativitas dan menang secara militansi.

Untuk angka, di antaranya kita menang di Kebumen, Purbalingga dn kampung saya, Brebes. Untuk Banyumas nyaris menang. Makanya dengan perolehan 42 persen, jadi modal awal untuk kita berjuang lagi sampai 60 persen,” kata dia seraya menegaskan untuk bangkit kembali.

Dalam kesempatan itu, Sudirman Said juga mengingatkan kepada aparat negara dan burokrasi untuk tetap netaral. Kemudian bersama peserta diterikkan yel soal netralitas aparat dan ASN. Deklarasi ditandai, pembacaan ikrar pemenangan, pemakaian rompi kepada masing-masing koordinatpr kabupaten dan penyerahan pin.

Sementara, ketua panitia deklrasi, Fahmi Nahdi mengatakan, relawan Padi untuk pilpres ini merupakan metamorfosis dari relawan Padi saat mendukung Sudirman)Ida (pilgub) lalu. Namanya, kata dia, tetap dibuat sama, karena Padi untuk pilpres, berarti Prabowo-Sandi.

Sedangkan saat pilgub, yakni Sudirman-Ida. “Kenapa kita menjatuhkan pilihan ke Pak Prabowo dan Sandi, karena kita butuh pemimpin yang tegas, yang nasionalisme sejati, sehingga bisa menyelamatkan bangsa ini di tengah gempuran ekonomi global yang mengusai sebagai besar kehidupan kita, bangsa Indonesia,” katanya. Demikian, seperti dikutip Suaramerdeka.com. (*)